Liputanjatim.com — DPW PKS Jawa Timur menegaskan komitmennya menjaga Pancasila, konstitusi, NKRI, serta cita-cita para pendiri bangsa dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di kantor DPW PKS Jatim, Senin (17/8/2026).
Ketua DPW PKS Jatim Bagus Prasetia Lelana mengatakan kemerdekaan harus diisi dengan karakter bangsa yang kuat melalui tiga nilai utama, yakni siaga, berani dan setia.
“Kita butuh karakter bangsa yang kuat. Kita membutuhkan semangat siaga, berani, setia,” ujar Bagus.
Menurutnya, sikap siaga berarti siap menghadapi perubahan, ancaman dan persoalan bangsa, sekaligus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Sementara keberanian harus diwujudkan dengan membela kebenaran, memperjuangkan keadilan dan berani mengambil tanggung jawab.
Namun, Bagus menekankan perjuangan tersebut harus tetap berpegang pada fondasi kehidupan berbangsa.
“Kita harus setia kepada Pancasila dan konstitusi. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, setia kepada cita-cita pendiri bangsa dan setia dalam pengabdian kepada rakyat,” tegasnya.
Bagus juga mengajak masyarakat mengawasi jalannya pemerintahan. Kritik terhadap kekuasaan, kata dia, merupakan bagian dari demokrasi, tetapi harus disampaikan secara konstruktif.
“Awasi dan beri kritik pada kekuasaan secara konstruktif dan bermartabat, tidak dengan cara anarki,” ujarnya.
Soroti Palestina
Dalam momentum kemerdekaan, Bagus juga kembali menegaskan dukungan PKS terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ia mengingatkan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa penjajahan harus dihapuskan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
“Sudah selayaknya dalam setiap momen Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, kita tegaskan kembali sikap kita untuk membela Palestina,” katanya.
Ia juga mendukung langkah pemerintah memberikan beasiswa kepada mahasiswa Palestina yang belajar di Indonesia.
Bagus menegaskan bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang menghargai perjuangan masa lalu, tetapi juga menentukan warisan yang akan diberikan kepada generasi mendatang.
“Pada akhirnya kemerdekaan bukan hanya tentang apa yang telah diwariskan para pendiri bangsa kepada kita, tetapi juga tentang apa yang akan kita wariskan kepada generasi setelah kita,” ujarnya.