Liputanjatim.com – Intensitas hujan sedang pada Minggu (14/2) dari pukul 15.00 WIB hingga 19.00 WIB mengakibatkan tebing longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos Nganjuk. Bencana tersebut terjadi pada pukul 18.00 WIB. Lokasi bencana berada di dekat retakan pada tahun sebelumnya.
Akibat longsor tersebut membuat 186 warga terdampak longsor dan diungsikan di posko rumah Kepala Desa dan gedung SDN Ngetos.
“Ada 186 yang mengungsi di rumah pak Kades Ngetos,” kata Kapolres Nganjuk AKBP Harviadhi Agung Prathama kepada wartawan, Senin (15/2/2021).
(Baca Juga: https://www.liputanjatim.com/sebanyak-302-pengendara-jalani-tes-antigen-5-terkonfirmasi-positif/)
Dari 186 warga terdampak longsor tersebut berasal dari sekitar 60 KK yang terdiri dari dewasa dan anak-anak. Namun sebagian pengungsi telah memilih untuk pulang ke rumahnya.
“Sebagian sudah kembali ke rumah, mungkin tinggal separuh saja,” tambahnya.
Harvie juga menyebut jika tempat pengungsian sudah tersedia layanan kesehatan gratis bagi para pengungsi.
“Kita sediakan tenaga medis untuk mengecek kesehatan para pengungsi juga,” pungkasnya.
Untuk diketahui, longsor di wilayah Ngetos, Nganjuk menimbun 12 rumah berasal dari lereng Gunung Wilis setinggi 20 meter dan sepanjang 30 meter. Longsor tersebut juga menutup akses jalan antar RT. Untuk evakuasi para korban yang masih tertimbun, tim gabungan dari Polri, TNI, BPBD dan Basarnas dikerahkan ke lokasi.