4 Daerah di Jatim Dipasangi Alat Pendeteksi Gempa dengan Tekhnologi Canggih

Seismograf

Liputanjatim.com – 4 kabupaten di Jawa Timur dipasangi alat pendeteksi Gempa dengan tekhnologi terbaru atau seismograf oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Keempat kabupaten itu diataranya Pamekasan, Malang, Ponorogo dan Sumenep.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati berharap pihaknya bisa menyusul Jepang dalam pemutakhiran rentang waktu 3 menit pasca gempa. 

Agar alat tersebut akurat dan valid dalam menyampaikan informasi, lanjutnya, akan dipasang di bebatuan keras. Jika dipasang pada tanah, akan mempengaruhi tingkat akurasi.

“Kami upayakan memasang di bebatuan keras, tidak harus ngebor ke bawah biasanya tersingkap di permukaan,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, alat yang baru dipasang ini lebih canggih dari sebelumnya. Sebab, alat ini dianggap bisa mendeteksi potensi tsunami dalam 3-4 menit saja.

“Alat ini bertenaga solar cell jadi butuh lokasi yang padat berbatu. Tapi yang penting adalah menjaga supaya baterai alat ini tidak rusak atau hilang,” kata Khofifah, Selasa (25/2/2020).

Pengawasan pasca pemasangan, menurutunya, harus dilakukan secara berkala oleh petugas resmi atau relawan. Mengingat fungsi dari alat ini sangat penting untuk mendeteksi potensi tsunami di Jatim.

“Relawan dibutuhkan untuk menjaga alat ini sesuai pesan Kepala BMKG, yaitu alat ini jangan sampai beralih fungsi, apalagi hilang,” tambahnya.

Untuk diketahui, seluruh hasil monitoring dari seismograf tersebut tidak hanya bisa dipantau di BPBD tapi juga bisa diakses melalui aplikasi WRS BMKG sebagai pusat informasi khusus gempa dan tsunami. Serta informasi BMKG sebagai multi hazard dan early warning system terkait bencana tsunami, cuaca ekstrem dan multi ekstrem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here